Saturday, April 4, 2020

JUAL TERPAKSA BLOG, DOMAIN, PLUS ADSENSE MURAH

Update dari LulusSMK.com - Dengan hati yang berat saya selaku Admin dan pemilik Blog LulusSMK menjual blog karena kebutuhan yang mendesak.

Sebanarnya saya masih sayang Blog ini, namun apa boleh buat, karena setiap orang pasti memiliki kebutuhan untuk biaya ini-itu.

Seandainya disini ada yang membaca dan minat untuk membeli dan meneruskan Blog ini. bisa menghubungi saya langsung lewat halaman contact atau langsung Chat Via Whatsapp (085606877800).

Blog LulusSMK di rilis tahun 2013 dengan nama bolehtanya.blogspot.com dan tahun 2014 berganti domain TLD dengan nama LulusSMK.com.

Blog di jual dengan harga murah karena terpaksa.


Apa yang anda dapatkan jika membeli Blog ini :

  1. Bonus hak milik domain dari Rumah Web yang aktif sampai agustus 2020.
  2. Dapat semua artikel yang ditulis tangan (bukan hasil copas) dengan jumlah 241 artikel.
  3. Sudah ada Adsense nya dan tidak pernah pelanggaran
  4. Bonus 1 Domain dari Rumah Web (merkhp.com)

Tentang Blog


  • Visitor perhari : -+ 1 ribu
  • Template Premium dari arlinadzgn
  • Terdaftar di google webmaster dan bing
  • DA PA bisa dilihat sendiri di alexa

Harga Blog

Untuk harga Blog LulusSMK.com adalah 2.500.000. Apa kemahalan?, Tentu tidak kan?, sebab Blog ini sudah lama dan memiliki Visitor lumayan dengan target lokal (Indonesia).

Anda sudah mendapatkan bonus plus~plus jika membeli blog ini. Harga segitu sangat pantas jika anda memang seorang blogger dan mengerti SEO. Sebab jika Blog ini sudah ganti tangan kepada orang yang profesional dan paham SEO maka pasti berkembang dengan waktu singkat.

Apa anda minat?


Silahkan PM saya lewat halaman contact atau bisa langsung Whatsapp saya di nomor yang tertera diatas.

Anda pantas mendapatknya!.


Soal transaksi pembelian Blog LulusSMK.com agar lebih aman pakai rekber ya!, anda tenang saya pun senang.

Friday, April 3, 2020

Jangan Samakan Leader Dan Manajer, Apa Perbedaannya ?

LulusSMK.com - Tahukah Anda, apa perbedaan antara manajer dan leader?. Kita ketahui, Manajer adalah orang yang mengelola sebuah departemen di dalam organisasi. Sedangkan Leader, orang yang dikenal memiliki kemampuan dan jiwa kepemimpinan.

Jangan Samakan Leader Dan Manajer, Apa Perbedaannya ?

Lantas, apakah kedua hal ini sama, atau adakah perbedaan yang jelas antara leader dan manajer? Mari kita temukan jawabannya berikut ini:

Jika saya bertanya kepada karyawan perusahaan dalam sesi pelatihan, saya tanyakan begini:

tahukah Anda, apa beda antara seorang manajer dan leader? 

#Manajer

Maka jawaban yang sering muncul adalah: Manajer adalah orang yang memiliki sebuah jabatan, jabatan untuk mengelola sebuah unit maupun departemen di organisasi. Manajer mengelola pekerjaan, membagi tugas kepada timnya, kepada karyawannya, dan manajer sering menyuruh atau meminta sesuatu kepada karyawan masing-masing.

#Leader

Sementara kalau leader, maka peserta sering menjawab: yang disebut dengan Leader adalah orang yang punya kemampuan untuk mengayomi, layak menjadi contoh dan juga sekaligus layak untuk menjadi pemimpin karena dia bisa menunjukkan sikap-sikap yang baik.

Sekilas kita lihat bahwa manajer dan leader ini berbeda, manajer lebih condong banyak negatifnya dibandingkan leader. Sementara si leader ini lebih memiliki kecenderungan yang positif.

Namun, apakah benar demikian? Menurut saya, tidak. Jika kita melihat definisi manajer dan leader ada baiknya kita coba mengamati pendapat dari Warren Bennis, seorang tokoh di bidang leadership.

Leader VS Manajer

Dia mengatakan, Leader adalah orang yang mengerjakan the right things. Leaders are people who do the right things. Jadi leader di sini mempunyai kemampuan untuk memberikan visi, menentukan arah apa yang hendak dituju.

Dan sedangkan manajer adalah: "Managers are people who do things right." Jadi, Manajer adalah orang yang ketika sudah jelas visinya mau ke mana, dia orang yang pintar, jago dalam mengelola dan mengeksekusi misi tersebut sehingga bisa mencapai sasarannya. Oleh karena itu, jika kita lihat apa itu manajer dan leader, maka keduanya seharusnya berjalan berdampingan, berjalan beriringan.

Jika sekarang Anda sudah menjadi seorang manajer maka belajarlah untuk memiliki aspek-aspek leader dalam diri Anda di mana itu bisa dikenali dari kemampuan Anda untuk memiliki visi, melihat wawasan yang jauh ke depan, dan memberikan teladan yang baik buat orang lain.

Sementara, jikalau Anda belum menjadi seorang manajer per hari ini, tidak harus menyurutkan bahwa Anda pun bisa belajar menjadi seorang leader. Kenapa? Karena leader tidak diatur oleh sekat-sekat formal. Orang yang tidak punya jabatan sekalipun, layak disebut sebagai seorang leader jika memang dia memiliki kapasitas dan kualitas sebagai leader yang baik. Dia punya visi, dia bisa mengayomi, dan tahu ke mana harus mengarahkan seseorang.

Oleh karena itu, jadilah seorang manajer yang juga sekaligus leader. Jangan sampai Anda menjadi manajer yang tidak punya kapabilitas, kemampuan sebagai seorang leader. Terima kasih Anda sudah membaca artikel ini. Kita sudah memahami apa bedanya manajer dan leader, dan bagaimana keduanya bisa berjalan berdampingan, beriringan.

Thursday, April 2, 2020

Tips Lolos Menjawab Berapa Ekspektasi Gaji Ketika Interview Kerja

Tips Lolos Menjawab Berapa Ekspektasi Gaji Ketika Interview Kerja

Hallo, jumpa lagi bersama. Di kesempatan kali ini kita akan menjelaskan sejelas-jelasnya bagaimana melakukan wawancara dengan baik dan benar dan menggambarkan sejelas-jelasnya supaya kamu diterima di perusahaan impian kamu. Saat ini kita mau bocorin sebuah rahasia dari pertanyaan jebakan yang menyangkut tentang diterima tidaknya kamu kerja ketika Interview. Bagaimana cara menjawab pertanyaan klise yang kadang-kadang bikin kamu speechless?, Berikut pertanyaannya jebakannya:

Ekspektasi gajinya Mas itu ada di range berapa ya?...

Bagi banyak orang jawab pertanyaan ini sulit banget Apalagi buat orang Indonesia. Nah, di Indonesia ngomongin gaji adalah hal yang tabu Dan dianggap bisa membawa dampak buruk ngomongin soal gaji.

Jangan takut kalau misalnya pertanyaan kayak begini muncul pada saat kamu wawancara Karena pertanyaan ini bisa jadi indikasi baik bahwa perusahaan yang tempat kamu melamar tertarik untuk mempekerjakan kamu. Namun, jika kamu tidak siap untuk menjawab pertanyaan ini bisa berakibat fatal Sebelum interview kamu sebaiknya riset dulu. Cari tau dulu berapa gaji yang biasanya diberikan untuk posisi yang kamu lagi lamar. Kamu bisa mengetahui informasi ini dengan cara Googling atau buka situs Glassdoor atau Qerja.

Ada 2 opsi untuk cara menjawab pertanyaan seperti ini Yang pertama coba jawab pertanyaan secara netral seperti contoh berikut :

Oke Mas Kalau boleh tau Ekspektasi gaji Mas itu ada di range berapa ya?...

Jadi gini bu yang pasti saya sudah sangat tertarik dengan posisi yang ibu tawarkan dan saya percaya dan yakin bahwa perusahaan ibu pasti bisa memberikan gaji yang kompetitif dan sesuai dengan pengalaman dan kemampuan saya. 

Jawaban seperti itu sebenarnya pasif agresif, kamu memberitahukan bahwa kamu percaya diri dengan kemampuan yang kamu miliki serta memberi ruang bagi perusahaan untuk meraih respekmu dengan cara memberikan penawaran yang kompetitif. Namun, jika interviewer tetap menekan untuk kamu memberikan angka kamu bisa menjawab dengan hasil riset yang sebelumnya pernah kamu lakukan.

Ekspektasi gaji Mas itu ada di range berapa ya?..Mohon berikan jawaban nominalnya?...

Jadi kemarin saya sudah research di Google dan segala macam kemudian saya juga udah tanya-tanya Jadi untuk posisi Digital Marketing Specialist di Jogja ini sekitar 3 sampai 7 juta Jadi saya akan merasa nyaman kalau saya ditawarkan gaji di sekitaran itu juga.

Selain rata-rata gaji yang ada di pasar ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan juga sebelum kamu menjawab nominal gaji yang kamu inginkan.

  • Pertama, bagaimana culture perusahaan tersebut.
  • Kedua, apakah perusahaan tersebut memiliki bonus atau insentif saat lembur
  • Ketiga, apakah ada program training dan pengembangan diri yang diberikan oleh perusahaan
  • Keempat, adakah kebijakan terkait bonus atau komisi 
  • Kelima, berapa ya jam kerja yang diharuskan oleh perusahaan
  • Yang keenam, benefit apa yang kamu terima dari perusahaan Tunjangan Kesehatan? Atau Tunjangan Hari Tua mungkin?
Oke guys, Thank you udah membaca artikel ini sampai habis, semoga penjelasan diatas bisa membantu. Jangan lupa komentar jika ada saran jawaban yang lain, langsung share ke sosmed dengan klik icon dibawah artikel ini supaya teman-teman yang lain terbantu juga. Trimakasih...

Tuesday, March 31, 2020

Cara Lolos Menjawab "Apa Kekuranganmu?" Saat Interview Kerja

Cara Lolos Menjawab "Apa Kekuranganmu?" Saat Interview Kerja

Halo teman-teman semua! membahas soal Interview atau wawancara memang hal yang wajib dipersiapakan, karena hal ini menyangkut soal ketrima atau tidaknya kamu kerja diperusahaan yang kamu lamar tersebut.

Interview sebuah acara dimana kita menjelaskan sejelas-jelasnya bagaimana melakukan wawancara dengan baik dan benar dan menggambarkan sejelas-jelasnya supaya kamu bisa diterima di pekerjaan impian kamu. Pada pembahasan kali ini kita akan menbongkar rahasia gimana caranya kamu menjawab sebuah pertanyaan klise yang sering muncul ketika interview yaitu "Apa sih kelemahan kamu?". Berikut simak percakapan Interview kerja antara HRD dan kandidat atau calon karyawan :

Okay Mas, Bisa ceritain gak kekurangannya Mas itu ada dimana sih?

Kamu yang sering interview pasti pernah ketemu pertanyaan ini, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Sebenarnya pertanyaan ini tuh klise banget, Kenapa?.

Karena seorang interviewer pasti akan tau kalau mereka gak akan mendapatkan jawaban yang 100% jujur dari pertanyaan ini.

Meskipun terlihat klise ada beberapa alasan mengapa pertanyaan ini tetap muncul di sebuah interview. Tujuan dari pertanyaan ini cukup sederhana yaitu seorang interviewer ingin mengulik lebih dalam tentang dirimu yang sebenarnya.

Oke Mas, Bisa ceritain gak kekurangannya Mas itu dimana aja?

Ada beberapa kesalahan yang paling sering banget dilakuin oleh kandidat saat menjawab pertanyaan ini. Dab yang pertama, mereka mencoba menjawab pertanyaan ini dengan kekurangan yang sifatnya positif. Ya, contohnya kayak gini lah :

Yang paling jadi kekurangan saya itu adalah saya itu terlalu perfeksionis.

Jawaban seperti tuh basi banget yah, dan justru kamu terlihat seperti pengen nutupin sesuatu gitu loh.  Terus gimana cara menjawab yang benar dan baik ketika ditanya seperti itu? Jawaban paling baik untuk menjawab pertanyaan ini harus mengandung 2 hal utama. Yang pertama kekurangan kamu yang sebenarnya dan yang kedua upaya yang telah kamu lakukan untuk menutupi atau menangani kekurangan tersebut, contohnya kayak gini :

Kekurangan utama saya itu ketika saya mengerjakan tugas selalu lama selesainya, sebab apabila terlalu cepat dan tergesah-gesah saya pasti banyak yang salah dan itu sebabnya saya tidak ingin kerja dua kali, namun jika diharuskan selesai secepat mungkin saya akan berusaha semaksimal mungkin lagi.

Gimana?, Jawabannya terdengar lebih enak dan lebih meyakinkan kan?. Inget ya ada 2 hal utama yang paling penting yang harus kamu ketahui untuk menjawab pertanyaan ini. Yang pertama kamu harus bisa mengidentifikasi kekurangan kamu yang ada dengan sebenar-benarnya.

Dan yang kedua kamu sudah harus melakukan sebuah upaya untuk menangani atau mengatasi kekurangan tersebut. Namun, inget ya meskipun harus jujur namun jangan sampai kamu mengeluarkan jawaban yang sifatnya bisa bikin kamu ditolak secara mentah-mentah oleh si Interviewer, Misalnya kayak yang berikut ini:

Kekurangan saya itu salah satunya adalah susah bangun pagi bu.

Jadi kalau misalnya perusahaan mengharuskan saya untuk masuk jam 8 gitu susah banget, soalnya jam 8 saya baru bangun, Jadi ya susah juga kalau mau merubah itu.

Atau yang kayak gini :

Jadi kalau berdasarkan sama komentar dari teman-teman dan manajer saya yang dulu, ya menurut mereka saya ini kurang motivasi gitu Jadi kalau misalnya gak di-push gitu ya gak selesai kerjaannya.

Memang jujur itu baik, namun jika tertalu jujur dengan jawaban yang negatif ketika Interview, maka kamu bisa jadi di tolak mentah-mentah. Ada baiknya kamu menambahkan sedikit sifat positifmu untuk menutupi kekuranganmu supaya HRD sedikit mempercayaimu untuk bekerja di perusahaan yang di pimpinnya.

Tips Menjawab "Kenapa Kamu Resign?" Saat Interview Kerja

Tips Menjawab "Kenapa Kamu Resign?" Saat Interview Kerja

Halo teman-teman semua, kali ini kita akan menjelaskan sejelas-jelasnya bagaimana melakukan wawancara dengan baik dan benar dan menggambarkan sejelas-jelasnya supaya kamu bisa diterima di pekerjaan impian kamu untuk lebih lanju. Pada kali ini kita akan membahas bagaimana caranya kamu menjawab pertanyaan "Kenapa resign dari pekerjaan sebelumnya?" saat interview. Simak contoh percakapan berikut :

Okay mas, kalau boleh tau kenapa nih kemarin resign dari perusahaan sebelumnya?

Sebenarnya pertanyaan ini hadir dalam 2 konteks dan bentuk yang cukup umum. Pertama kalau kamu sedang bekerja dan sedang mencari pekerjaan baru di tempat yang lain kamu pasti akan ditanya Kenapa kamu ingin mencari kesempatan baru?, atau Kenapa kamu ingin meninggalkan pekerjaanmu yang sekarang?, Kenapa nih sekarang cari opportunity baru?. Kedua pertanyaan "Kenapa kamu resign dari pekerjaan sebelumnya?" Kalau boleh tau, kenapa nih kemarin resign dari perusahaan sebelumnya?. Pertanyaan ini biasa diajukan bagi kamu yang sudah pernah bekerja dan sudah resign dari tempat tersebut. Kita bahas yang pertama, yah kunci jawaban saat ditanya "Kenapa kamu ingin mencari kesempatan baru?", atau "Kenapa kamu ingin meninggalkan pekerjaanmu yang sekarang?".

Secara general, jawabanmu atas pertanyaan ini haruslah menunjukkan bahwa kamu ingin berkembang atau ingin berpindah ke tempat yang lebih baik. Ini adalah nilai plus jawaban seperti ini membuat si interviewer merasa bahwa perusahaannya lebih baik daripada tempat kamu bekerja sebelumnya. Sebagai contoh lihat jawaban kandidat berikut ini :

Kenapa nih sekarang cari opportunity baru?
Jadi di perusahaan saya yang sekarang ini saya sudah bekerja selama 2 tahun dan di 2 tahun itu saya sudah planning dan contributing di 5 campaign, tapi setelah 2 tahun berkarya disana saya pikir sekarang saatnya saya mencari opportunity yang lebih menantang dan yang lebih fresh, lah saya merasa bahwa perusahaan ibu bisa mengakomodasi dan memberikan tantang-tantangan yang lebih untuk saya, jadi saya bisa grow lebih jauh, saya mendapatkan tantangan yang lebih luas dan saya yakin we can grow together and make this company bigger.

Namun perlu diingat jangan pernah berbohong saat interview apabila alasanmu pindah bersifat negatif sah-sah aja kok mengutarakannya selama hal negatif tersebut tidak menurunkan value kamu di mata interviewer. Misalnya bisa jadi department tempat kamu bekerja saat ini dihilangkan atau kamu bekerja pada posisi yang tidak kamu inginkan selama ini dan kebetulan lowongan yang sedang buka saat ini adalah pekerjaan impian kamu.

Nah, kita bakal bahas yang kedua kunci jawaban untuk pertanyaan Kenapa kamu resign dari pekerjaan sebelumnya?. Ketika kamu ditanya pertanyaan tersebut kamu harus bisa menjelaskan sejelas mungkin alasan kamu kenapa resign atau bisa jadi dipecat kalau kamu resign berdasarkan inisiatifmu coba jelaskan alasan dibalik inisiatif tersebut. Contohnya, kayak kandidat berikut ini :

Kenapa nih kemarin resign dari perusahaan sebelumnya?
Jadi sebenarnya kemarin itu kan saya ngelamar ke pekerjaan yang di luar area study saya Setelah saya coba selama 6 bulan ternyata gagal dan gagal terus sehingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti daripada menjadi liabilitas di perusahaannya itu terus setelah melihat lowongan dari Ibu Rizca saya merasa pekerjaan yang ibu tawarkan jauh lebih sesuai dengan area study saya dan fokus saya yang saya minati untuk saya explore lebih jauh sehingga makanya saya apply disini agar bisa mengembangkan minat dan fokus study itu oh I see.

Nah, tapi kalau kamu posisinya dikeluarkan atau dipecat dari pekerjaan sebelumnya highlight sisi positifnya saja ya yang negatifnya disimpan belakangan lah. yuk kita lihat contohnya :

Oke Mas, boleh ceritain gak kemarin kenapa resign dari perusahaan sebelumnya?
Jadi di perusahaan yang sebelumnya itu kan kami ini agensi jadi sangat tergantung dengan proyek dan klien. Kebetulan kemarin kami kehilangan klien yang sangat besar dan kemudian setelah itu perusahaan memutuskan untuk melakukan efisiensi saya salah satu orang yang berinisiatif untuk mengundurkan diri. For the sake of the company for the sake of our team, jadi saya resign demi efisiensi perusahaan pada waktu itu.

Kalau dipikir-pikir kenapa ya ada pertanyaan seperti ini di interview? Jawabannya sederhana, mereka pengen tau apakah alasanmu resign adalah inisiatifmu atau kamu diminta oleh perusahaan untuk keluar alias kamu dipecat. Kalau dipecat interviewer akan gali lagi lebih dalam alasan pemecatan tersebut. Secara garis besar interviewer ingin mengetahui apa yang terjadi denganmu di pekerjaan sebelumnya, apakah kamu menghargai pekerjaanmu apakah pekerjaan sebelumnya membuatmu stres dan sebagainya.

Cara Agar Lolos Interterview Kerja Saat Memperkenalkan Diri

Cara Agar Lolos Interterview Kerja Saat Memperkenalkan Diri

Halo teman-teman semua Selamat datang di acara Interview Analysis sebuah acara dimana kita menjelaskan sejelas-jelasnya bagaimana melakukan sebuah interview dan menggambarkan sejelas-jelasnya bagaimana supaya kamu bisa lolos ke pekerjaan impian kamu Untuk lebih lanjut.

Pada penjelasan kali ini kita akan menjelaskan bagaimana perkenalan diri yang baik dan benar saat Interview. Tentunya kita harus melihat dari perspektif si interviewer Apa sih sebenarnya tujuannya dia melakukan sebuah perkenalan ini. Berikut contoh percekapan antara HRD/Personalia dan si Interviewer.

Halo mas...
siapa?
Yahya mba
Oke mas Yahya
Oke disini perkenalin aku Siska dari HR PT. bla bla.
Mas Yahya boleh ceritain gak tentang diri mas Yahya latar belakangnya/ perkenalan diri mungkin.

Pertama sebenarnya bagi interviewer ini adalah sebuah pertanyaan sederhana untuk memulai percakapan dia ingin tau apakah sebenarnya kamu cocok apa tidak dengan lowongan yang sedang dibuka saat ini.

Nama saya Yahya, saya dulu kuliah di ITB waktu itu saya ngambil jurusan matematika tapi saya lebih tertarik ke Digital Marketing.
Ooh...

Oke Hal yang kedua perkenalan itu gak perlu panjang-panjang apalagi sampai membacakan Resume atau CV kamu Tentunya interviewer ini sudah pegang atau at least sudah membaca CV kamu kan?.

Saya sudah menggeluti Digital Marketing sejak lama sekali bahkan pada waktu SMA saya sudah mempunyai beberapa blog yang saya kembangkan sendiri dan kemudian pada waktu masih kuliah saya juga bantu-bantu bapak. Istilahnya bapak saya kan punya toko offlinenya, tapi kemudian saya buatkan websitenya. 

Hal yang ketiga sebutkan nama pendidikan terakhir dan pengalaman kerja kamu tentunya saat kamu menjelaskan nama kamu gak perlu nama lengkap kamu apa lagi kalo nama kamu panjaaang banget.

Nama saya Alexander Yahya Nursusila Dewa Senaputra Kusuma sarjana Sains.
Oh wow, oke Thank you, boleh ceritain backgroundnya mas... 
Panggilannya siapa?
Alexander atau Yahya kadang-kadang dipanggil Kusuma juga walaupun saya gak suka karena itu nama...

Okay, cukup nama depan atau nama panggilan saja ya, sehabis itu jangan kasih jeda, langsung terus jelaskan pendidikan terakhir kamu kayak kamu kuliah atau sekolah dimana, kota, kampus, atau jurusan kamu sebutin saja. Yang penting jangan merendahkan diri kalau kamu punya penghargaan seperti predikat cum laude atau yang lainnya.

Kalau udah semua kamu coba, tarik nafas sejenak dan jelaskan pengalaman kerja kamu kalau ada, Tapi inget yah, jelasin pengalaman kerja terakhir kamu yang memiliki kaitan dengan posisi yang sedang kamu lamar saat ini.

Biar lebih paham mari kita simak wawancara perkenalan diri berikut ini :

Saya kuliah matematika tapi saya profesional di bidang UX design, Setelah kuliah saya bekerja dari di tiga startup di situ saya membangun skill desain saya.

Pengalaman yang saya dapatkan pada waktu mengerjakan research dan kemudian memimpin tim desain. Akan sangat bisa membantu saya untuk kerja di tim/perusahaan ibu.

Hal yang terakhir kamu gak perlu menceritakan tentang hobi atau minat kamu kecuali kedua hal ini ada kaitannya dengan posisi yang sedang kamu lamar saat ini.

Setiap interview pasti terbatas pada waktu yang telah ditentukan, jadi wawancara kamu gak bisa lama-lama. Jadi ada baiknya kamu tidak menceritakan hobi atau minat kamu yang tidak sesuai dengan posisi yang sedang kamu lamar saat ini. Misalnya hobimu mancing di akhir pekan, kecuali kamu ngelamar jadi castnya Mata Pancing, selain itu gak perlu diceritain lah.

Satu hal kunci yang menurut saya membawa saya sampai ke level ini di profesi saya adalah kesabaran dan kesabaran. Itu saya dapatkan dari hobi saya bu. Hobi saya itu adalah memancing.

Okey karena dengan memancing itu kita belajar sangat sabar sekali menunggu strike itu bisa kita bermalam-malam berhari-hari menunggu sampe kemudian.

Monday, February 24, 2020

Trading Dan Investing Apa Perbedaannya?

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang investing dan trading. Apa yang membuat seorang trader berbeda dari seorang investor?. Jadi, mari kita pahami tentang perbedaan seorang trader dan investor ini lebih dalam.

Trading Dan Investing Apa Perbedaannya?

Trading

Yang Pertama mari kita membahas tentang trading dulu. Jadi trading itu berjangka pendek, kalau anda membeli sesuatu, dan menjual untuk profit. Maka anda sedang melakukan trading.

Investing

Investing itu sedikit berbeda. Investing lebih berjangka panjang dan semua juga tergantung pada kepercayaan pribadi Anda terhadap saham-saham tertentu atau investasi yang tertentu. Dan hal-hal yang tertentu itu bisa juga jadi investasi dalam bidang properti, emas atau investasi di share investment.

Contoh Investasi :

Jadi mari kita ambil share investment sebagai contoh pertama. Misalkan Anda senang memakai iPhone Anda tidak menyukai Android dan kalian sangat menyukai iPhone, dan kalian berpikir iOS akan berkembang, Apple akan menjadi besar di masa depan dan Anda mau bagian dari Apple. Jadi Anda secara tidak langsung membeli bagian dari Apple karena Anda menyukai Apple, dan Anda percaya serta yakin kepada Apple karena hal itu Anda menjadi seorang investor dan apa yang anda beli akan menjadi sesuatu investor dan apa yang Anda beli akan menjadi investasi untuk Anda.

Contoh Trader :

Trader di sisi lainya, sedikit berbeda. mereka tidak peduli apa yang Apple akan lakukan di masa depan. Dan apa yang mereka bisa berpikir adalah, "kayanya Apple akan naik." saham buat Apple akan naik. Katakanlah, seorang trading di $100 buat contohnya. Saya tahu saham Apple itu bukan $100, tapi ini adalah sebuah contoh Anda membeli saham Apple $100 pada pagi ini dan Anda berpikir , saham Apple akan naik ke $200 dalam 3 hari, jadi Anda percaya bahwa harga Apple akan naik dan cuma itu anda percaya di harganya Anda adalah seorang yang percaya di harga dan Anda membeli saham Apple di harga $100, dan menjualnya pas saham Apple mencapai $200 setelah 3 hari. Binggo, Anda menghasilkan profit, Anda adalah seorang trader. Dan Anda bukanlah seorang investor, kenapa? karena Anda tidak memiliki kepercayaan dan keyakinan kepada invesment tersebut Anda secara singkat, sedang trading menurut harga. dan Anda coba untuk menghasilkan profit dari trade tersebut. Dan secara garis besar itu adalah perbedaan dari seorang investor dan trader.

Trader memikirkan harga dan profit. Investor. Kalau ada profit, kenapa tidak? Apabila ada profit, Anda pasti akan senang. Tapi pada akhirnya, pada dasar awal, mengapa Anda invest, alasannya kenapa Anda mau investasi itu karena Anda mau bagian dari perusahaan itu. dan untuk Anda, itu adalah sangat berharga. dan itu adalah perbedaan investasi dan trading.Mari kita perbincangkan lebih dalam lagi perbedaan dari tipe-tipe trader:

Baca juga : Forex (Valas) Itu Apa? Fakta Keuntungan Dan Resiko Trader

Tipe Trader

1. Trader Scalper

Yang pertama ada trader "Scalper"; Scalper trading untuk periode waktu yang sangat singkat bisa dalam hitungan jam bisa bertransaksi berkali-kali, kira-kira 5-10 kali setiap kenaikan, tergantung juga apa yang kita trade. Kalian ingin bagian dari keuntungan tersebut dan kalian tidak keberatan bahwa itu kecil, karena anda percaya anda bisa keluar dan.masuk dan mengambil profit kecil tersebut, sementara pasarnya selalu bergerak, dan itu adalah scalping. Anda sedang scalping pasarnya Anda sedang mengambil sedikit demi sedikit dari pasar yang berikut adalah, "Intra Day" trader "Intra Day", di dalam sehari, Anda akan melakukan trading di dalam sehari dan Anda termaksud dalam kategori "Intra Day", trader Anda bisa mulai jual/beli pada pagi jam 9 dan menutup kagiatan di jam 3 sore. dan Anda selesai untuk hari tersebut. dan itu "Intra Day" trader.

2. Trader Wing

Dan berikutnya adalah "wing" trading Swing trading adalah ketika Anda memegang suatu posisi di market untuk lebih dari semalam. Jadi trade nya bisa lewat semalam, Anda bisa memegangnya buat 2 hari dan Anda di kategorikan sebagai "Swing" Trader biasanya. "Swing" trader memegang suatu saham selama 2 hari hingga 2 minggu dan ini akan membuat Anda seorang "Swing" trader. "Swing" trading mirip dengang "Intra Day" trading, tetapi berjangkah sedikit lebih panjang.

3. Trader Position (Long-Term Trader)

Dan yang terakhir dari seorang trader adalah "Position" trader atau Long-Term Trader/ Trader Jangka Panjang ini lebih mengatur posisi Anda di pasar saham, jadi jangan bingung antara "Position" trader dengan seorang investor, mereka mempunyai pola pikir yang berbeda meskipun seorang "Position" trader mirip dengan seorang investor, mereka tidak sama.

"Position" trader akan bertrading menurut trend mereka dan akan mengikuti trend di awal trend. Mereka akan membeli dan menjual sementara trend nya mulai turun atau pas mereka percaya trend nya akan berakhir. mereka tidak berinvestasi, terlihat seperti mereka berinvestasi karena mereka bisa menahan posisi mereka selama 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dab bakal bisa selama setahun atau mungkin 2 tahun.

Untuk seorang Investor mereka tidak mirip dengan Trader dan mempunyai pola pikir yang berbeda, dan dalam kata kuncinya adalah pola pikir mereka mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan investor, tidak benar- benar percaya harga dan mereka mau berinvestasi sesuatu karena kepercayaan mereka terhadap investasi mereka seorang trader, tidak benar-benar percaya apa apun. mereka percaya harga, dan mereka hanya mau hasilkan profit dan itulah semuanya.

Dan itulah perbedaan trader dan investor dan trading vs investing. Yang manakah Anda?. Cari tahu mana kah yang cocok untuk Anda. Apakah Anda seorang trader? atau seorang investor?.