Tips Bisnis Tanaman Hias untuk Para Pemula - Lulus SMK
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Tips Bisnis Tanaman Hias untuk Para Pemula

LULUSSMK.COMBisnis tanaman hias mulai digemari banyak orang. Hal ini terjadi akibat situasi pandemi di mana setiap orang diharuskan untuk beraktivitas di rumah dan mengurangi keperluan keluar rumah. Dibanding hanya memutuskan untuk merawatnya sebagai hobi, sangat cerdas jika memanfaatkan peluang ini untuk usaha.

Memulai usaha ini sebenarnya mudah. Hanya saja, diperlukan keseriusan dan ketelitian dalam prosesnya. Akan sangat berbahaya jika memulai usaha ini lalu gagal hanya karena kurang paham tentang tata caranya. Perlu diingat bahwa usahanya sendiri membutuhkan modal cukup besar.

Untuk itu, kegagalan akan membuat kerugian finansialnya menjadi cukup lumayan. Inti dari bisnis tanaman hias terletak pada cara budidaya. Jika cara budidayanya sudah terkuasai, proses penjualannya relatif mudah. Itu karena, peminatnya sangat banyak sehingga memudahkan para penjual.





Kenali Terlebih Dahulu Jenis-jenis dan Kebutuhan Tanaman Hias

Tahapan pertama dalam memulai bisnis ini terletak pada kecerdasan dalam mengenali jenis tanaman hias. Walaupun menurut orang awam semua macamnya terkesan mirip, para penggiat sangat memahami perbedaannya secara detail. Harga tanaman hias sendiri bermacam-macam. Ada tanaman hias yang berharga puluhan ribu hingga ada harga tanaman hias yang berjumlah hingga ratusan juta rupiah.

Karena kesulitan dalam membedakan, sering kali tanaman dengan harga murah nampak sama dengan yang berharga ratusan juta rupiah. Selain itu tanaman hias sendiri ada dua macam. Pertama, ada tanaman hias dengan jenis daun. Tanaman ini menjadikan daun sebagai keindahan utama.

Lalu, ada juga yang berjenis bunga. Dibanding daunnya, tanaman jenis tersebut lebih dilihat karena keindahan bunganya. Ketika hendak memulai bisnis tanaman hias, ada baiknya untuk meletakkan fokus pada satu jenis tanaman. Dengan fokus tersebut, proses perawatannya menjadi lebih simple karena macamnya sendiri tidak banyak.

Karena macamnya sangat banyak, teknik perawatannya juga banyak. Teknik perawatan tersebut tidak boleh salah antara satu sama lain. Jika salah, bukan tidak mungkin kondisinya berubah menjadi layu atau bahkan mati. Pengetahuan tentang perawatan ini biasanya mengerucut pada kebutuhan.

Baik itu kebutuhan pupuk, air, atau kebutuhan lain sangat perlu diperhatikan secara mendetail. Sebenarnya, bisa juga menyewa pakar untuk mengurus kebutuhan bisnis tanaman hias. Namun, biayanya cukup besar. Para pakar tersebut memang tidak memberi harga murah karena pengetahuan akan hal ini terbilang langka.

Dibanding menyewa pakar, akan lebih baik jika mempelajari hal ini sebelum memulai bisnis. Teknik magang adalah teknik terbaik dalam mempelajarinya. Carilah pemilik bisnis terdekat lalu mintalah izin untuk ikut membantu. Akan lebih baik jika pemilik bisnis tersebut merupakan seorang teman atau kenalan.

Siapkan Lahan yang Digunakan untuk Budidaya

Ketika melakukan budidaya, lahan adalah hal wajib bagi setiap pebisnis. Memang, ada banyak teknik penyusutan agar bisa melakukan budidaya dalam jumlah banyak dalam lahan sempit. Namun sebenarnya, hal tersebut kurang efektif. Dibanding memilih tanaman dengan kebutuhan lahan besar, pilihlah yang lebih kecil agar kebutuhan lahannya tidak terlalu besar.

Akan lebih baik lagi jika memiliki lahan dengan ukuran luas. Selain melakukan budidaya pada tanamannya, lahan dengan ukuran luas bisa digunakan untuk pembibitan. Ketika pembibitan berjalan lancar, perputaran bisnis tanaman hias bisa terjadi secara terus menerus.

Jangan lupa juga untuk menyediakan lahan untuk kebutuhan operasional. Selain itu, sering banyak kasus kehilangan karena adanya maling. Pos di dekat lahan menjadi hal wajib. Dengan adanya pos, kondisi kemalingan bisa lebih diminimalisir. Hal ini tentu bisa memberikan ketenangan tersendiri.

Pahami Trend yang Sedang Beredar di Masyarakat

Bisnis tanaman hias memiliki kemiripan tersendiri dengan bisnis fashion. Dalam fashion, sebuah barang populer bisa kehilangan popularitasnya hanya dalam waktu beberapa hari. Perubahannya begitu cepat hingga fokus akan perpindahan trend tersebut perlu diperhatikan secara seksama oleh pelaku bisnisnya.

Kondisi ini juga terjadi dalam bisnis tanaman. Pengetahuan akan popularitas jenisnya sangat dibutuhkan agar proses penjualan bisa terjadi secara lancar. Untuk mengetahui popularitas ini, cara terbaik adalah dengan aktif di media online. Biasanya, barang dengan popularitas tinggi akan banyak dicari.

Namun, akan lebih baik lagi jika memiliki skill dalam memprediksi trend. Jika skill ini dimiliki, maka proses penyetokan bisa dilakukan pada barang dengan kemungkinan popularitas tinggi di masa depan. Ketika penyetokan telah dilakukan terlebih dahulu maka penjualan bisa langsung dilakukan saat waktunya telah tiba.

Setiap usaha pasti memiliki cobaannya masing-masing. Cobaan ini bisa membuat sebuah usaha hancur seketika. Kondisi ini juga sangat mungkin terjadi dalam bisnis tanaman hias. Dalam usaha ini, hama dan penyakit adalah musuh utama. Masalahnya, persiapan dari jauh-jauh hari tidak bisa dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit.

Untuk menghindarinya, diperlukan perhatian penuh terhadap perkembangan di setiap hari. Terdapat tanda-tanda yang akan muncul ketika hama dan penyakit mulai menyerang. Kepekaan ini perlu dimiliki oleh setiap pelaku bisnis. Semakin peka pelaku bisnis terhadap tanda-tanda tersebut maka efeknya semakin baik.

Itu karena, kerusakan yang disebabkannya bisa diidentifikasi lebih dini. Melawan hama dan penyakit sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara terbaik adalah dengan menggunakan pembasmi hama. Namun ketika hama dan penyakit menyerang, ada baiknya mengisolasi tanaman yang terdampak agar tidak menular.

Budidayakan Jenis-jenis Langka dan Kenali Target Pasar

Harga dari barang langka jauh lebih tinggi dibanding barang biasa. Hal ini juga terjadi dalam bisnis tanaman hias. Ketika terdapat sebuah barang langka, banyak orang pasti langsung datang untuk mencarinya. Harganya sendiri tidak main-main. Terdapat beberapa kejadian di mana sebuah barang langka ditukar dengan aset senilai ratusan juta rupiah.

Kelangkaan ini biasanya terjadi karena berbagai macam alasan. Alasan tersebut seperti kesulitan dalam perawatan atau seringnya barang tersebut terkena hama. Namun di antara alasan-alasan tersebut, kelangkaan ini paling sering terjadi karena kesulitan dalam penanaman. Tetapi sulit bukan berarti tidak bisa.

Buktinya ada banyak orang sukses dalam proses penanaman. Karena kesulitan ini, observasi sebelum penanaman sangat perlu dilakukan. Hanya sekadar menonton video youtube atau membaca artikel di internet pastilah tidak cukup. Walaupun sulit, keuntungannya nanti jelas lebih menjanjikan.

Setiap bisnis akan percuma jika pemasarannya tidak dilakukan dengan baik. Hal ini juga terjadi dalam bisnis tanaman hias. Mengenali target pasar merupakan hal wajib yang tidak boleh dinomor duakan. Mengenali target pasar bukan hanya tentang mengetahui trend di sekitar.

Anda pasti menyadari jika ada banyak saingan bisnis di lingkungan sekitar. Jika harganya tidak dapat bersaing dan kualitasnya kalah maka konsumen pasti memilih untuk membeli pada penjual lain. Kondisi ini jelas akan berpengaruh pada omset penjualan. Dengan cerdas mengenali target pasar, omset stabil pasti bisa dipertahankan.

Setiap bisnis memerlukan dedikasi penuh jika ingin mencapai kesuksesan. Ketika dedikasi penuh ini tidak dimiliki, langkah menuju kesuksesan pasti mengalami kemunduran. Untuk mendapatkan dedikasi tersebut, pastikan untuk memahami bisnis yang hendak dijalani dengan baik. Hal ini juga perlu diterapkan dalam bisnis tanaman hias

Post a Comment for "Tips Bisnis Tanaman Hias untuk Para Pemula"