Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kenali Jenis Efek Gitar, Calon Gitaris Handal Wajib Tahu

Pemain gitar profesional tentu tak asing dengan bermacam-macam jenis efek gitar. Efek gitar sendiri berguna untuk mengubah sinyal suara dari gitar sehingga menghasilkan output yang lebih bervariasi sesuai keinginan dan kebutuhan. Penggunaan alat ini pun sebenarnya sangat umum di kalangan musisi khususnya para gitaris.

Kenali Jenis Efek Gitar


Sebagai penikmat musik, tentu Anda sudah akrab dengan sound gitar. Namun bunyi yang dihasilkan bisa berbeda-beda, seperti bunyi menggeram, pantulan, distorsi, dan sebagainya. Efek digunakan para musisi untuk menghasilkan sound yang berbeda. Tujuannya untuk menciptakan nuansa tertentu pada lagu yang dibawakan saat di atas panggung.

Penggunaan berbagai macam efek gitar pun dapat menunjang penampilan seorang gitaris ketika sedang tampil live di hadapan audience. Ini merupakan salah satu bentuk atraksi dalam sebuah performa musik yang mampu menghibur penonton. Jika Anda adalah calon gitaris masa depan, maka wajib mengetahui beberapa efek yang sering dipakai musisi.

Distorsi

Distorsi merupakan efek yang memproses sinyal suara sehingga output-nya berubah dari suara gitar elektrik asli. Caranya yaitu dengan meningkatkan gain sehingga tone yang diproduksi terkesan seperti suara menggeram. Ini merupakan perangkat efek yang terbilang paling dulu ada diantara jenis-jenis lainnya. Distorsi sering digunakan untuk berbagai aliran musik.

Hasil output dari penggunaan distorsi biasanya berupa suara tidak jelas yang jauh dari bunyi sumber asli. Akan tetapi justru inilah yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak dipakai. Beberapa musisi yang kerap menggunakan jenis efek gitar ini antara lain para gitaris bergenre hard rock, metal, heavy metal, serta musik alternative. 

Awalnya, penemuan distorsi bermula dari sebuah ketidaksengajaan atau lebih dianggap sebagai ‘kecelakaan’. ‘Kecelakaan’ ini diakibatkan oleh ampli yang tidak berfungsi semestinya. Sehingga menimbulkan bunyi yang diluar rencana. Namun justru itulah yang menjadi awal mula terciptanya sound distorsi sehingga dibuatlah sebuah efek khusus. Dan akhirnya dipakai oleh banyak musisi. 

Overdrive

Jenis efek gitar yang kedua yaitu dinamakan overdrive. Pedal jenis ini merupakan bentuk efek yang bisa dibilang paling halus. Overdrive bekerja dengan memberikan tekanan yang lebih besar sehingga ada dorongan pada amplifier. Dorongan tersebut pada akhirnya akan menghasilkan bunyi distorsi. Karena overdrive sifatnya halus, maka tone yang dihasilkan jelas.

Seorang pemain gitar akan memperoleh sound yang lebih panjang. Output dari penggunaan overdrive adalah berupa bunyi gitar yang terkesan kotor atau kasar melalui amplifier. Diantara para musisi khususnya gitaris handal dunia, yang banyak memakai overdrive sebagai senjata andalan adalah para musisi bergenre rock, blues, serta pop.

Fuzz

Jenis efek gitar fuzz memiliki output seperti distorsi. Hanya saja versi pada pedal ini output sound yang dihasilkan lebih ekstrem. Tone yang dihasilkan oleh pedal ini umumnya lebih kabur dibanding distorsi (distortion). Cara menggunakan efek fuzz pun sebenarnya mirip dengan overdrive, yakni memakai ampliefier yang telah terdistorsi.

Meskipun suara yang terdengar seolah mirip dengan overdrive, namun sebetulnya ada nuansa karakter tersendiri. Jadi tidak bisa disamakan antara overdrive dan fuzz. Beberapa gitaris cenderung akan memilih pedal ini untuk kebutuhan sound genre tertentu. Fuzz menjadi populer karena kerap digunakan oleh sang gitaris legendaris Jimi Hendrix.

Delay

Jenis efek gitar ini termasuk ke dalam kategori time-based effect alias didasarkan pada waktu. Penjelasan singkatnya adalah delay bekerja dengan cara menangkap sinyal suara yang masuk untuk kemudian dimainkan kembali dalam periode atau rentang waktu tertentu. Jadi, bisa dibilang bahwa prinsip delay sama seperti gema di alam bebas.

Ada tiga hal atau komponen penting yang perlu dibahas saat membicarakan delay effect tersebut. Pertama adalah effect level/mix, yaitu untuk mengatur perbandingan output suara yang nantinya akan dihasilkan antara sinyal asli (belum melalui pemrosesan atau dry signal) dengan sinyal telah diolah. 

Elemen kedua yaitu feedback atau yang juga kerap dikenal dengan repeats. Di komponen ini Anda dapat mengatur seberapa banyak pengulangan yang ingin dihasilkan. Sedangkan elemen terakhir pada jenis efek gitar ini adalah delay time. Ini fungsinya untuk mengatur jeda waktu sampai terjadinya pengulangan atau delay itu sendiri.

Jadi, gitaris sendiri yang akan menentukan seberapa besar efek delay, seberapa banyak hasil pengulangan, dan seberapa lama waktu jeda. Tentu setting pedal ini perlu dibuat sesuai kebutuhan dan keinginan. Salah satu penggunaan delay yang cukup jelas adalah pada lagu Conundrum, salah satu track andalan band Bandung The Sigit.

Reverb

Jenis efek gitar yang satu ini masih berkaitan dengan delay. Fungsi dari reverb sendiri yaitu untuk mensimulasikan suara yang keluar dalam sebuah ruangan tertentu (ruang gema). Caranya yaitu membuat gema yang nantinya akan memudar secara perlahan. Penjelasan umumnya, reverb dipakai untuk menciptakan dimensi ruang.

Dari efek reverb ini, gitaris akan memperoleh suara gitar yang terdengar lebih besar. Lebih besar disini artinya bukan lebih keras, akan tetapi lebih besar dan kuat. Tak seperti jenis lain yang telah disebutkan di atas rupanya reverb membuat output tersendiri baik bagi gitaris maupun para pendengar.

Sensasi bunyi yang terdengar yaitu seperti suara gaung layaknya saat memainkan alat music di dalam sebuah ruangan. Penggunaan reverb kerap dipadukan dengan delay sehingga menciptakan sound unik dan menarik. Namun pengaturan reverb harus cermat dan tidak boleh terlalu tinggi. Ini karena bisa menghasilkan bunyi seperti di dalam air.

Chorus

Chorus merupakan jenis efek gitar yang termasuk dalamm kategori modulasi suara. Sound modulation effect mampu menghasilkan audio yang lebih istimewa serta terdengar megah dan tetap manis. Arti chorus sebenarnya adalah paduan suara yang dilakukan bersama-sama. Chorus effect memberikan nuansa yang lebih mewah atau grande.    

Efek bersama-sama (ensemble) tadi menghasilkan sound seolah-olah ada lebih dari satu gitar yang dimainkan secara bersamaan. Itulah asal dari bunyi megah yang tercipta. Ada beberapa hits legendaris yang mengaplikasikan efek Chorus misalnya lagu ‘Love Hurts’ yang dipopulerkan oleh Nazareth. Lagu lainnya yaitu ‘Is This Love’ kepunyaan Whitesnake.

Phaser

Jenis efek gitar phaser masih termasuk ke dalam golongan sound modulation. Penggunaan sound effect ini akan menciptakan bunyi seperti riak-riak dalam suatu pusaran. Phaser akan memberikan penegasan atau menguatkan nada-nada tertentu. Sementara nada tertentu lainnya akan terdengar mengalami pelemahan. Jadi bisa dipahami sebagai perubahan dinamikan suara gitar. 

Sound effect ini sempat membuat publik penikmat music menjadi heboh lantaran dibawakan oleh Eddie Van Halen. Saat melakukan solo gitar di nomor ‘Eruption’ Eddie mengaplikasikan efek phaser tersebut. Selain Eddie Van Halen, David Gilmour dari Pink Floyd juga turut menggunakan phaser pada track ‘Shine On You Crazy Diamond’. 

Menjadi seorang gitaris sepatutnya memiliki pengetahuan akan penggunaan efek. Tujuannya agar memperoleh sound gitar lebih variatif dan semakin mantap. Harga yang diperlukan untuk mendapatkan berbagai efek pun sangat bervariasi, dari terjangkau hingga mahal. Agar skill semakin mumpuni maka pemahaman jenis efek gitar adalah hal wajib.


Post a Comment for "Kenali Jenis Efek Gitar, Calon Gitaris Handal Wajib Tahu"

Berlangganan via Email