Perbedaan Windows Dan Linux, Mana Yang Lebih Baik?

Perbedaan Windows Dan Linux, Mana Yang Lebih Baik?
Sistem Operasi Windows sangat dibenci saat jaman CEO Steve Ballmer. Orang satu ini hanya memiliki background terhadap suatu bisnis. Celakanya banyak keputusan dan kebijakan Steve yang membuat banyak pihak resah ketika di jaman tersebut.

Steve menganggap Os Windows dan Office merupakan tambang emas milik Microsoft. Maka sebab dari itulang Microsoft di lindungi habis-habisan. Pengguna Linux korporat (sebagai customer dari RedHat, SuSE Enterprise server ) sempat resah, karena Microsoft sudah mengancang-ancang untuk menggugat para pengguna OS Linux dengan dalih mereka menggunakan Paten Microsoft.

Di jaman itu, korporat di Indonesia juga agak resah karena DPR mengesahkan undang-undang HAKI, yang bisa memberi sangsi Pidana bagi pengguna software tanpa membeli lisensi ( alias bajakan ).
Karena hal tersebut, saya sempat mempelajari tata-cara dan harga suatu lisensi untuk memiliki Microsoft. Total anggaran yang dibutuhkan untuk mengikuti Undang-undang HAKI tersebut hampir bikin KAS perusahaan jebol, jika dituruti semua. Beli Lisensi Windows dan Office-nya saja, sudah mengerikan untuk melihat angka nya itupun belum termasuk Windows Server, Client Access License, Microsoft Exchange & MS SQL-Server.

Untung saja ada teman di Sister-Company menganjurkan untuk pakai Linux. Akhirnya belajar Linux dan merasakan kehebatan, kestabilan serta efisiensi OS baru ini.
walaupun pada awalnya susang banget untuk belajar dan memahami, akhirnya saya bisa menguasai OS ini dan membuat berbagai server multi fungsi seperti Database, Firewall, File Sharing, WebServer, email-Server, VPN sampe Proxy Server, semuanya tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya bermodalan membeli CD/DVD RW Kosong beserta bandwith internet.

Jika anda membenci Microsoft karena monopoli-nya. Dan untuk masalahnya yaitu untuk para pengguna kantor seperti bagian staf administrasi, personalia, direktur dll. Mereka sangat susah untuk mengubah kebiasaan menggunakan Windows jika harus beralih. Padahal jika tiap hari digunakan, itu cuma masalah waktu, dan mereka akan terbiasa.

Saat ini Microsoft sudah beralih kemudi. Steve Ballmer yang begitu incompetent.
  1. hanya mengandalkan 2 produk saja, ibarat menaruh semua telur dalam satu keranjang. Saat Android hadir dan diterima dunia, penjualan Notebook & desktop melambat. Akhirnya berdampak ke Microsoft.
  2. Steve pernah mentertawai Apple saat meluncurkan smartphone. Akhirnya dia yang ngotot untuk membeli Nokia seharga USD$ 7 Miliar agar bisa mengejar ketinggalan dominasi Microsoft di dunia teknologi.

Sekitar thn 2014, Steve mengundurkan diri.
FYI : di hari pengumuman pengunduran diri Steve, Saham Microsoft malah melonjak hingga 7%. Artinya pemegang saham sudah ingin muntah melihat Microsoft menurun disebabkan oleh Steve sendiri. Harga saham naik berarti pasar dan investor sangat senang dan Steve ini keluar serta tidak lagi bikin masalah di Microsoft.

Pengganti Steve adalah Satya Nadella, seorang ahli teknologi dari divisi Cloud Computing (Komputasi Awan) Microsoft. Karena Satya ini punya background teknologi ( seorang ahli dibidang IT ), dia mengambil strategi untuk menjadi teman dengan sesama perusahaan teknolog, untuk bahasa kerennya berkolaborasi.

Satya tidak lagi membuat Windows & Office menjadi eksklusif, malah membuka kedua produk tsb untuk bisa bekerja sama dengan platform yang lainnya, Contohnya :
  • Microsoft Excel, Word & Powerpoint di porting ke Android platform. Gratis lagi. Anda bisa unduh app nya di PlayStore.
  • .Net framework ikut di porting ke MacOS dan Linux.
  • Visual Studio Code : produk gratis untuk para developer yang tersedia di 3 platform : MacOS, Windows & Linux.
  • Powershell yang ikut tersedia di 3 platform yang sama.

Saat ini, walaupun anda berusaha menyingkirkan Microsoft dari kantor tempat anda bekerja, minimal saya berterimakasih kepada Microsoft yang bisa membuat Server-server Linux di kantor dan bisa merasakan kekuatan dan kemudahan teknologi untuk perusahaan tersebut.

Sebenarnya semua Pengguna sistem operasi bisa saja saling merendahkan, sebagai contoh :

"Saya sebagai pengguna Windows, saya mengatakan "buat apa pakai Linux? bukannya windows sudah mempermudah semua kegiatan dengan GUI nya?" atau "buat apa pakai mac, jika windows sudah mencukupi? Mahal juga"."

"Saya sebagai pengguna Mac, saya bisa saja mengatakan "buat apa menggunakan windows? kadang virusan dan update menyebalkan." atau "buat apa menggunakan Linux? sekarang kan semua serba mudah ngapain disusah susahin?masalah mahal? ya wajarlah, harga sesuai kualitas"."

"Saya sebagai pengguna Linux, saya bisa jadi mengatakan "Windows dan mac sudah mahal, mau pakai bajakan windows berarti saya tidak menghargai belum lagi menggunakan bajakan rentan virus, menggunakan Mac? waduh windows saja saya belum bisa beli apalagi mac?. Makin rugi saja saya"."

tetapi kembali pada pertanyaan Mengapa banyak pengguna Linux yang merendahkan pengguna Windows?

Misal contoh :
"Jika memang orang seperti anda menggunakan OS Windows. saya malu, saya tidak cukup uang karena tidak mampu membelinya. Alasannya karena saya menggunakan linux karena tidak ingin terkena virus, "loh kan ada windows defender?", betul, tetapi jika dari bajakan ya sama aja akan terserang virus juga.

"Alasan lain mengapa pengguna linux merendahkan pengguna windows adalah tidak dapat dicustomisasi, ini wajar karena windows juga close source. Dari sisi lain juga Windows bisa dikatakan berat dalam performanya dibandingkan dengan Linux, alasannya karena windows close source dan sedangkan di linux open source jadi bisa di sesuaikan dengan komputer."

Kesimpulan :
Pada dasarnya setiap pengguna sistem operasi bisa saja saling merendahkan serta saling mengolok-olok. Tetapi yang harus anda ketahui juga, bahwa pengguna sistem operasi harus menyesuaikan diri, yaitu apabila anda ingin menggunakan Windows maka gunakanlah yang original dan memiliki lisensi resmi, selanjutnya jika anda menggunakan Linux ya harus siap-siap kesulitan, dan untuk anda yang menggunakan Mac siapkan banyak uang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel