Seberaba Jauh Jarak Bumi Dan Matahari?

Panas yang kita rasakan setiap hari apalagi pas lagi siang dengan terik-teriknya sinar matahari di atas kepala kita maka akan membuat kepala kita merasa dibakar, namun pada kenyataanya panas yang dihasilkan matahari jauh lebih baik daripada panasnya neraka jahannam.

Matahari yang terbit dan menjulang tinggi di atas bumi sebenarnya jauh banget, walaupun kelihatannya, jarak antara bumi dan matahari melalui bola mata kita kelihatan begitu dekat sekali. Sebenarnya berapa sih jarak antara matahari dan Bumi tempat kita berada sekarang?

Berapa Jarak Dan Ukuran Matahari?

 Seberapa Jauh Jarak Bumi Dan Matahari?
Sumber Gambar: Youtube
Channel: Kok Bisa?

Kalau diukur jauh matahari berkisaran 150 juta km, Jauh banget kan?. Pada kenyatanya, otak kita tidak akan mampu untuk membayangkan jarak bumi dan matahari yang begitu jauhnya. Oleh sebab itu, untuk cara mudahnya mengukur, mari kita bayangkan jika matahari disusutkan hingga kecil banget seperti bola voli dengan skala yang proporsional, maka hal itu akan membuat bumi menjadi seukuran biji kopi, bukan!. Jadi kalau sudah begitu, matahari dan bumi akan berjarak setara dengan lapangan voli dari ujung ke ujung.

Bicara soal ilmu pengetahuan tata surya, jika dalam skala yang sama, jarak antara bintang yang terdekat dengan bumi selanjutnya bakal bikin kita menyeberang ke samudera, sebab hal itu sama dengan jarak antara ibukkota Jakarta ke ibukota Madagascar.

Rasanya analogi diatas akan membuat kita semakin tahu dan tidak lagi penasaran seberapa besar ukuran matahari serta seberapa kuat energinya sampai ke bumi.

Matahari bisa dibilang bintangnya tata surya atau bisa kita bilang lampunya bumi dan planet-planet lainnya sebagai penerangan nomor 1. Bayangkan saja, massa matahari tersebut bisa sampai ratusan ribu lebih besar dari bumi dan bahkan hingga mencapai 99,8% dari total berat semua benda yang ada tata surya kita.

Kita wajib bersyukur karena bisa dibilang, jarak antara bumi dan matahari tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Apabila Matahari terlalu jauh dari bumi, mungkin bumi kita akan menjadi es dan manusia akan merasa kedingingan setiap hari. Dan sebaliknya jika misalnya bumi dan matarari terlalu berdekatan, maka tidak akan ada kehidupan lagi dibumi karena manusia dan makhluk lainnya akan terbabar menjadi abu.

Posisi kita berada di jarak yang sangat pas untuk nerima reaksi fusi nuklir dari inti matahari yang tiap detiknya ngeluarin energi sampai miliaran kali lebih besar dari bom nuklir yang terkuat daripada yang pernah dibuat oleh manusia. Matahari memberikan energi yang cukup dan memungkinkan adanya kehidupan di bumi ini.

Sekarang, setiap kali kita mau pergi keluar di siang hari, maka mari kita mencoba bersyukur karena matahari masih bisa memberikan beberapa manfaat bagi kita semua.

Sumber Artikel: Youtube / Channel "Kok Bisa?"

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel